Tolak Pemilu Raya, Antar Mahasiswa Bentrok

Tolak Pemilu Raya, Antar Mahasiswa Bentrok

- detikNews
Senin, 26 Apr 2010 10:36 WIB
Sumenep - Bentrokan antar mahasiswa terjadi di Universitas Wiraraja (Unija) Kabupaten Sumenep, Madura. Bentrokan ini berawal saat Aliansi Mahasiswa Pecinta Demokrasi Kampus (AMPDK) menolak Pemilu Raya di kampus tersebut.

Bentrok fisik tersebut diawali saat aktivis AMPDK memblokir pintu masuk kampus, sehingga sebagian besar mahasiswa tertahan dan tidak dapat masuk kampus. Akibatnya, panitia Pemilu Raya dengan mahasiswa AMPDK saling melancarkan adu bogem hingga ada yang saling cekik.

Kordinator Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Kampus Unija, Sumenep, Maszari mengatakan, aksi menolak pemilihan dewan legislatif mahasiswa itu karena komisi pemilu raya mahasiswa (KPRM) melanggar AD/ART Kampus, dan seharusnya pemilihan itu dilakukan oleh BEM Kampus Unija.

"Pemilu Raya itu dilakukan dengan inkonstitusional, sehingga perlu diboikot," kata Maszari, dalam orasinya di depan Kampus Unija, KM 5 Sumenep-Pamekasan, Senin (26/4/2010).

Sementara, Mitra Ketua Komisi Pemilu Raya Mahasiswa Unija, Sumenep, Rusydi mengaku tetap menggelar pemilihan sesuai dengan aturan kampus yang telah disetujui oleh pihak rektor.

"Kita tetap akan melaksanakan Pemilu Raya sesuai dengan rekom pihak rektorat," kata Rusydi pada wartawan di halaman kampus Unija, Sumenep.

Hingga pukul 10.00 WIB, suasana kampus Unija masih tampak tegang. Aparat kepolisian setempat terlihat di lokasi. Sedangkan proses pemilihan dewan legislatif mahasiswa masih belum dilangsungkan.

Aksi dua kelompok mahasiswa tersebut berusaha dilerai oleh keamanan kampus. Namun, aksi penolakan tetap berlangsung, dan AMPDK tetap memboikot pelaksanaan Pemilu Raya pemilihan Dewan Legislatif Mahasiswa (DPM).
(bdh/bdh)
Berita Terkait