Titik di tol buntung itu memang terpantau paling ekstrim penurunannya dibandingkan daerah lain. Data amblesnya tanah di sekitar tol buntung didapatkan saat pemantauan selama 1 tahun sejak Januari 2009-Desember 2009 lalu.
"Memang benar di sekitar tol buntung terjadi amblesan sebesar sekitar 60 cm," kata Humas BPLS, Ahmad Zulkarnaen ketika dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (24/4/2010).
Zulkarnaen menjelaskan, amblesan tanah di sekitar tol buntung juga terlihat saat musim hujan. Saat itu wilayah inilah yang terlihat tergenang air dibandingkan wilayah lainnya. BPLS mengambil langkah sementara agar tidak ada genangan air dengan menambal aspal setebal 80cm.
Usai diaspal, tidak ada genangan air di wilayah itu. Titik itu juga disimpulkan sebagai titik yang paling ekstrm mengalami penurunan tanah. Meski wilayah lain juga mengalami penurunan namun tidak sebanyak di wilayah dekat tol buntung itu.
"Pada titik itu juga sudah kami tempatkan alat pemantau. Amblesan tanah di sekitar tol buntung memang paling ekstrim dibanding wilayah lain," tambahnya.
Ia menuturkan, fenomena ini adalah fenomena alam sebagai akibat dari semburan lumpur. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi hal ini.
(stv/fat)











































