BPLS hanya berusaha mengawasi, mengkontrol dan mencegah agar tidak membahayakan masyarakat.
"Saat ini sudah muncul 175 bubble baru yang muncul, dan yang sudah kami catat dan telah kami tangani. Titik-titik itu juga sudah kami awasi," kata Humas BPLS, Ahmad Zulkarnaen, kepada detiksurabaya.com via telepon selulernya, Kamis (22/4/2010).
Zulkarnaen menjelaskan, upaya BLPS saat ini adalah dengan cara menangani bubble tersebut. Antara lain dengan berusaha mengalirkan material yang keluar dari bubble. Misalkan dengan mengalirkan air, memisahkan material pasir atau lumpur serta mengalirkan gas.
Selain itu tambah Zuklarnaen, juga terdapat petugas yang bertugas mengawasi bubble tersebut dengan mendata adanya peningkatan atau penurunan kondisi. Upaya-upaya itu sebagai langkah yang bisa dilakukan oleh BPLS dan mencegah agar bubble itu tidak
membahayakan masyarakat.
"Kami tidak bisa menghentikan bubble namun kami berupaya menangani bubble itu dengan mengalirkan material yang ikut dalam bubble serta mengawasi bubble itu. Kami berupaya agar tidak membahayakan masyarakat sekitar," tambabnya.
(stv/bdh)










































