Semburan ini sendiri sebenarnya sudah diketahui sejak, Rabu (21/4/2010) kemarin. Namun, Kamis (22/4/2010) pagi tadi, semburan air bercampur lumpur ini mulai membesar, dan menggenangi sebagian kelas 3 yang berada di dekat titik semburan.
"Kaget. Pagi tadi saat saya mau mengajar, sebagian ruang kelas sudah dipenuhi air lumpur. Baunya agak menyengat," kata Yulianti, guru kelas 3 SDN Ketapang Keres, saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Kamis (22/4/2010).
Meski sebagian ruang kelas dipenuhi air lumpur, namun lanjut Yulianti, kegiatan belajar mengajar siswa pagi tadi tetap diteruskan, sambil menunggu instruksi dari kepala sekolah.
"Untuk sementara, mulai besok kegiatan belajar mengajar akan dipindah ke ruang kelas lain," jelas Yuliati.
(bdh/bdh)










































