Pantauan detiksurabaya.com di lokasi, aksi demo dilakukan di depan kantor Bupati Kediri. Massa yang mengatasnamakan Imatan Masyarakat Peduli Demokrasi Kediri mengecam keputusan KPUD atas sejumlah terkait pelaksanaan pemilukada tanggal 12 Mei mendatang.
Kerusuhan sendiri terjadi saat massa berkeras untuk memasuki areal kantor bupati. Buntutnya proses negosiasi perwakilan demo, menjadikan massa lainnya marah dan terlibat aksi lempar dan baku hantam dengan polisi. Imbasnya, 2 orang pendemo terluka akibat pukulan polisi dan dilarikan ke rumah sakit.
Namun jangan menganggap kronologis itu sebagai kejadian nyata. Ini gambaran berjalannya Pra Ops Pengamanan Pemilukada oleh Polres Kediri. Upaya ini diakui sebagai salah satu persiapan terkait kemungkinan adanya demo di tengah pelaksanaan pemilihan bupati.
"Prosesnya kami mulai Minggu nanti dengan dilaksanakannya kampanye. Sebelum pengamanan nyata kami lakukan, kami ingin melihat kesiapan personel dan alhamdulillah ternyata mereka siap," tegas Kapolres Kediri AKBP Benyamin di lokasi, Kamis (22/4/2010).
Benyamin menambahkan, untuk pengamanan pemilukada nanti pihaknya siap menerjunkan 931 personel. Pengamanan akan dilakukan sejak massa kampanye, proses pemungutan suara hingga pelantikan calon terpilih. "Khusus untuk pemungutan suara kami gunakan pola 1-4-8. Artinya 1 polisi mengamankan 4 TPS dengan dibantu 8 petugas dari Linmas," jelasnya.
Terkait kerawanan yang mungkin terjadi selama proses pemilihan bupati, diakui terdiri dari berbagai hal. Meski begitu pengamanan utama akan difokuskan pada pelaksanaan kampanye terbuka.
"Yang sangat rawan tentunya kampanye terbuka, apalagi kalau sampai pendukung 2 pasangan calon sampai bertemu. Untuk itulah pra ops ini kami gelar, salah satunya untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk itu," pungkas Benyamin.
Pemilihan Bupati Kediri dijadwalkan dilaksanakan tanggal 12 Mei 2010 mendatang, dengan 3 calon akan bertarung. masing-masing Sunardi Sulaiman Lubis yang diusung oleh Partai Demokrat, PKB, PBB dan PKS, Nurlaila - Turmudi Abroro yang menjadi calon dari PAN, Gerindra dan 4 partai non parlemen, serta Haryanti - Maskuri yang diusung oleh PDIP, PKNU, PPP dan Golkar. (fat/fat)










































