Informasi yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, longsor kali ini terjadi di dua titik. Masing-masing di Dusun Ampel Gading, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, dengan lebar longsoran mencapai 25 meter. Sementara longsor disertai tanah amblas di bagian bawahnya terjadi di Dusun Jengglong, Desa Besuki.
Sekretaris Desa Jugo Suparman mengatakan, bencana tanah longsor terjadi Selasa (20/4/2010) petang. Ini terjadi setelah hujan lebat turun sejak 6 jam sebelumnya.
"Yang di Jengglong itu malah aspalnya sudah retak-retak, karena memang tanahnya ambles. Panjangnya ada kalau sekitar 200 meteran," ungkap Suparman, saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Rabu (21/4/2010).
Akibat tanah longsor tersebut, akses jalan di sekitar lokasi menuju ke kawasan wisata Air Terjun Dolo tertutup total. Untuk yang di Desa Jugo terjadi karena material longsor menggunung di tengah badan jalan, sementara di Desa Besuki terjadi lantaran aspal yang tidak dapat dilalui lagi.
"Kalau sepeda motor dipaksakan masih bisa, meski juga harus hati-hati. Sedangkan mobil mnggak bisa sama sekali, satu-satunya jalan ya harus putar," imbuh Suparman.
Untuk proses evakuasi material longsor, hingga saat ini masih terus dilakukan. Meski demikian pelaksanaannya diperkirakan memakan waktu yang lama, karena dikerjakan secara manual. "Masalahnya ya tetap seperti biasanya. Alat berat sebenarnya ada, tapi operatornya dari Dinas PU yang belum datang," pungkasnya.
Sebelumnya, Selasa (13/4/2010) dan Jumat (16/4/2010) bencana tanah longsor juga terjadi di Dusun Ampel Gading, Desa Jugo, Kecamatan Mojo. Meski terjadi berulang kali, warga menolak imbauan mengungsi dengan alasan keamanan dan lebih memilih mengajukan permintaan ke Pemkab Kediri agar melakukan penguatan tebing yang dianggap rawan longsor. (fat/fat)











































