Hendra yang asal Surabaya itu, menderita luka di bagian kedua lulutnya dan dagu kanan karena terjepit kabin mobil. Mobil dinas yang baru dia terima sekitar 2 bulan lalu itu, ringsek bagian depan kanan. Istri dan dua anaknya selamat dari kejadian itu.
Bahkan Didik, staf Dinas Pengelola Keuangan Pemkab Tuban dan keluarganya yang ikut di mobil itu juga selamat. Saat itu Didik duduk di bagian depan, namun tak menderita luka sedikit pun.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, tragedi itu bermula saat dua keluarga itu pulang dari Jogjakarta mengunjungi keluarga istri Hendra dan Didik. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang itu diduga mengantuk saat kejadian itu.
Diperkirakan hantaman mobil ke pohon asem di sisi kanan jalan itu sangat keras, hingga kedua tulang lutut Hendra patah.
"Besar kemungkinan pengemudinya mengantuk, lihat saja tak ada bekas rem di jalan. Mobil langsung menghantam pohon asem," kata Munasir, warga setempat di lokasi kejadian.
Jajaran Satuan Lantas Polres Tuban langsung ke lokasi kejadian saat menerima informasi peristiwa itu. Jenazah Hendra serta istri dan dua anaknya dievakuasi ke RSUD Dr R Koesma. Mobil kini diderek ke Mapolres Tuban. Rencanaya, Hendra akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Latsari, Kecamatan Kota.
"Pak Hendra itu juga punya riwayat sakit jantung. Mungkin saja sakit itu menyebabkan beliau wafat," ungkap beberapa orang temannya saat di rumah duka. (wln/wln)










































