Belum Sempat Jalani General Check Up, Cawabup Situbondo Meninggal

Belum Sempat Jalani General Check Up, Cawabup Situbondo Meninggal

- detikNews
Senin, 12 Apr 2010 23:01 WIB
 Belum Sempat Jalani General Check Up, Cawabup Situbondo Meninggal
Situbondo - Diduga karena terlalu berat memikirkan pertarungan pemilihan umum kepala daerah (Pemilu Kada) Kabupaten Situbondo tahun 2010, salah satu calon wakil bupati, Ahmad Setyadi mendadak meninggal, Senin (12/4/2010).

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, pagi harinya Ahmad Setiadi masih dikabarkan sehat. Nahkan saat itu bersama Hadariyanto sang calon bupati (Pasangan calon) hendak mengikuti general check up di RSU dr Soebandi Jember, sebagai syarat yang ditentukan KPUD untuk bisa mengikuti Pemilu Kada. Namun akhirnya ditunda hingga Selasa (13/4/2010) karena keduanya datang terlambat.

"Dalam perjalanan beliau (almarhum, red) mengeluh sesak nafas, sampai di Jember untungnya pemeriksaan kesehatan ditunda karena kami datang terlambat, namun nasib berkata lain, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan almarhum di terima di sisi Allah Swt," terang Hadariyanto, saat di rumah duka di Jalan Anggrek Situbondo.

Saat pulang dari Jember, sesak nafas yang dialami cawabup yang diusung oleh PDIP dan sejumlah partai gurem ini justru semakin parah. Menurut keterangan sejumlah kerabatnya, almarhum meninggal saat hendak dirujuk ke RSU Abdoer Rahem Situbondo, sekitar pukul 19.00 Wib.

Sejumlah petinggi PDIP serta parpol dan cawabup lain yang bertakziah ke rumah duka, pantauan detiksurabaya.com, hanya Cabup yang diusung PPP, yaitu H Suroso yang tidak tampak hadir di rumah duka.

Bagaimana dengan pengganti Ahmad Setyadi? DPC PDIPP Situbodo masih belum mau berkomentar terkait masalah itu. "Gak etis kalau itu (rencana calon pengganti) dibicarakan dalam kondisi berduka, yang jelas dalam beberapa jam atau hari kami akan seger rapatkan kondisi ini," terang Ketua DPC PDIP, Didit Soebagyo, kepada detiksurabaya.com.

Menunggu kedatangan keluarga besar Ahmad Setiadi, yang berada di pulau garam Madura, rencananya, jenazah almarhum akan dikebumikan Selasa (13/4/2010), sekitar pukul 09.00 Wib.

Ahmad Setiadi, menghembuskan nafas terakhirnya di usia 48 tahun, serta meningalkan seorang istri dan tiga orang putri. Selama ini Ahmad Setyadi tinggal dan bertugas di Madura, sebagai seorang dokter.

Menurut Nyonya Kasim, ibunda mendiang Ahmad Setyadi, merasa terpanggil untuk mengabdi terhadap tanah kelahirannya, hingga kemudian ingin mencalonkan sebagai wakil bupati. “Namun allah memiliki rencana lain, dan itu menurut kami merupakan jalan yang terbaik menurut allah,” tutur Nyonya Kasim.

Selama berada di Situbond, Ahmad Setyadi tinggal di rumah Nyonya KAsim bersama dua orang putrinya.

(bdh/bdh)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait