Hal ini disampaikan dr Heppy Indah Hapsari dokter psikologi Poli Psikiatri RSU dr Syaiful Anwar (RSSA) Malang kepada detiksurabaya.com di ruang kerjanya.
Menurut ahli psikologi ini SW harus menjalani terapi untuk mengetahui secara dalam perilaku SW. Bahkan menurut wanita berjilbab ini, SW harus menjalani rawat inap untuk terapi tersebut. "Harus jalani rawat inap," kata Heppy, Senin (12/4/2010).
Terapi sendiri, lanjut Heppy, akan dilakukan di RSU dr Soetomo Surabaya. Karena RSSA Malang tidak mempunyai tenaga ahli psikologi anak. "Dibawa ke dokter soetomo karena di sini (RSSA,red) tidak mempunyai tenaga ahli spesialis anak," ujarnya.
Heppy menambahkan, terapi dilakukan untuk mengurangi perilaku SW. Dengan menjalani rawat inap memudahkan dalam penanganannya. "Ini untuk mengurangi perilaku anak ini," terangnya.
Sementara, kata Heppy, sampai saat ini masih dilakukan rapat diikuti beberapa tenaga ahli dan Direktur RSSA Malang untuk memastikan kapan SW mulai menjalani rawat inap serta dirujuk ke RSU drSoetomo Surabaya. "Masih dirapatkan mas, kapan mulai di rawat inap," ungkapnya.
(fat/fat)











































