Semburan ini rentan bagi para pengguna jalan yang menghubungi Surabaya dan beberapa wilayah lainnya di bagian timur, Jawa Timur.
"Dari hasil observasi sementara mengandung gas metan 31 persen dan tidak mengandung H2S," kata Humas BPLS, Zulkarnaen saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (12/4/2010).
Menurut Zul sapaan akrabnya, saat ini pertumbuhan buble cukup aktif. Tercatat sebulan terakhir ada 160 bubble kembali muncul. BPLS sendiri mencatat ada 10 bubble baru yang muncul dengan kandungan gas metan di atas 30 %.
"Dari 160 bubble yang muncul sekitar 60-70 % masih aktif. Selain muncul buble baru, buble lama juga kembali aktif," ungkapnya.
Munculnya semburan baru yang berdiameter 2x3 meter ini membuat aspal jalan mengelupas dan terangkat. Dua semburan baru ini diikuti 10 titik gelembung di bahu jalan yang tidak jauh dari lokasi semburan yang muncul.
Semburan kedua tingginya 30 cm dengan diameter 1,5x4 cm. Lokasi tempat munculnya semburan baru itu diberi garis polisi. Akibatnya arus lalu lintas Raya Porong dari Surabaya ke Malang makin merambat. Pasalnya dari tiga lajur menjadi satu lajur.
(ze/wln)











































