Proses pemeriksaan sendiri berawal dari pemeriksaan tumbuh kembang SW di Poli BKA (Balai Kesehatan Anak) yang dilakukan oleh dr Madani SpA. Sekitar 1 jam SW menjalani tes kesehatan untuk mengetahui pertumbuhan kondisi fisik dan kesehatannya.
Setelah melalui itu perawat membawa SW menuju Instalasi Laboratorium Sentral. Di tempat itu tim dokter mengambil sampel darah dari SW. "Di sini kami akan mengambil sampel darah anak ini," kata Kasubag Humas RSSA Malang Achmad Baroghis kepada wartawan yang terus memburu SW, Jumat (9/4/2010).
Perawat pun kembali menggendong SW untuk menjalani pemeriksaan berikutnya. Kini SW dibawa menuju ruang foto. Pemeriksaan foto ini bertujuan mengetahui kondisi paru-paru SW karena sebelumnya sering menghisap asap tembakau dan diduga mengonsumsi minuman beralkohol.
Menurut Baroghis, beberapa prosedur pemeriksaan telah dilalui oleh SW. Semua itu untuk mengetahui secara jelas kondisi terakhir putra bungsu pasangan Mulud Riadi (50) dan Moedjiati (45).
"Pemeriksaan bertahap mulai awal, dari ruang loket menuju ruang pemeriksaan tumbuh kembang anak, pengambilan sampel darah di laboratorium, serta pengambilan foto atau rontgen," jelasnya.
Baroghis menambahkan, setelah semua proses pemeriksaan selesai, SW bisa kembali ke rumah bersama kedua orang tuanya. Sedangkan hasil pemeriksaan akan diketahui pekan depan. Kini tim dokter masih melakukan kajian tentang hasil observasi dilakukan tadi.
"Hasilnya pekan depan, mungkin hari Senin. Ini semua proses observasi," imbuhnya.
Secara terpisah ayah kandung SW, Mulud Riadi mengaku lega akan mengetahui kondisi kesehatan dari anaknya tersebut. "Saya lega mas, akhirnya SW bisa ke dokter," tutur bapak satu anak ini.
(fat/fat)











































