Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, perampokan tersebut terjadi sekitar pukul 19.45 WIB, Kamis (8/4/2010), sesaat sebelum toko emas tutup. 4 orang kawanan rampok mendadak datang dari arah Kota Kediri dengan mengendarai 2 sepeda motor, dan langsung masuk sambil menodongkan senjata api ke penjaga. 2 Orang pelaku lainnya ditengarai menunggu di depan toko, dan dikabarkan sempat menembakkan senjata apinya ke udara.
Dibawah todongan senjata api, 6 orang penjaga toko tidak berani berbuat apa-apa. Mereka hanya bisa melihat 2 dari 4 orang pelaku yang ada di dalam toko memecahkan etalase dengan kapak, serta menguras seluruh perhiasa emas.
"Tadi itu kondisinya memang tegang semua dan kami sendiri juga gak berani berbuat apa-apa," ungkap Suyanto, salah seorang karyawan Toko Emas Cahaya Abadi, saat ditemui wartawan di lokasi.
Suyanto menambahkan, usai berhasil menguras perhiasan dari dalam etalase toko tempatnya bekerja, 6 kawanan rampok langsung kabur ke arah Kabupaten Kediri. "Kalau nggak ke Pare ya berarti langsung bablas ke arah Surabaya," imbuhnya.
Terpisah, Kapolres Kediri, AKBP Benyamin, membenarkan jika perhiasan emas yang dilarikan kawanan rampok mencapai 1,5 kilogram. Meski demikian, untuk nilai kerugian hingga saat ini belum bisa diketahui.
"Keterangan saksi dan pemilik memang menyebutkan sekitar satu setengah kilogram. Tapi nilainya berapa mereka juga belum menghitung," kata Benyamin, Jumat (9/4/2010).
Ditanya lebih lanjut, terutama mengenai modus operandi dan motif yang mendasarinya, Benyamin belum bisa banyak memberikan keterangan. Kepolisian diakuinya masih fokus pada pengungkapan identitas pelaku, untuk selanjutnya melakukan pengungkapan.
"Beri kami waktu, kalau saat ini sementara belum banyak yang bisa kami ungkapkan," pungkasnya.
(bdh/bdh)











































