Nuhari, ayah kandung Eri menuturkan, terakhir kali anaknya keracunan terjadi sekitar sebulan lalu. Tidak diketahui apa yang dimakan, bocah yang belum bisa bicara dengan lancar tersebut mendadak keracunan dan harus dirujuk ke RSUD Gambiran Kota Kediri.
"Ini bola matanya itu sudah melebar dan kesadarannya turun drastis. Bahkan dokternya bilang kemungkinan besar mati, tapi nggak tahunya sembuh dan kembali lagi seperti ini," cerita Nuhari, saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Kamis (8/4/2010).
Untuk kejadian keracunan pertama diakui terjadi sekitar 1,5 tahun lalu, saat anaknya dinyatakan terlalu banyak menelan zat beracun dalam tubuhnya. Meski demikian sama dengan kejadian-kejadian selanjutnya, 2 sampai 3 hariĀ menjalani perawatan Eri sudah bisa kembali sehat.
Meski demikian, Nuhari, mengaku tidak kuasa menahan kebiasaan aneh anaknya tersebut, mengingat keterbatasan tenaga dan kemampuan untuk melakukannya. "Kalau saya kerja, di rumah praktis dia hanya tinggal dengan ibunya. Jadinya ya nggak bisa kalau terus-terusan memegang untuk tidak makan apa-apa yang aneh," imbuhnya.
Sementara Eri, saat coba diajak bicara mengenai tindakan aneh yang dilakukannya, tak sekalipun memberikan tanggapan. Sekan asyik dengan dunianya sendiri, dia memilih cuek sambil melakukan segala sesuatu yang disukainya.
(bdh/bdh)











































