Hal ini dikatakan Gubernur Jawa Timur Soekarwo kepada detiksurabaya.com saat membuka Pameran Pelayanan Publik Jawa Timur di Gedung Taman Krida Budaya Jalan Soekarno Hatta, Malang, Kamis (8/4/2010). "Itu urusan Kemlu," kata Soekarwo.
Ketika disinggung keingian keluarga yang ingin pemerintah Jatim untuk turun tangan mendesak pemerintah agar menyelidiki kematian warga asal Madura itu? Soekarwo mengungkapkan kalau untuk urusan itu sudah ada bagian yang mengurusinya.
"Untuk itu sudah ada yang mengurus sendiri, yaitu pemerintah pusat," tandasnya.
Seperti diketahui, lima perampok diduga terlibat tindak kriminal ditembak mati oleh Kepolisian Diraja Malaysia. Kelima perampok tersebut merupakan WNI. Mereka ditembak mati di lokasi kejadian karena tak mau menyerahkan diri saat dilakukan penggerebekkan di tempat persembunyiannya di Sungai Baloh, Selangor, seperti dilansir Harian Malaysia The Star, Senin (11/5/2009).
Dari kelima WNI itu, tiga diantaranya adalah warga Sampang, Madura. Mereka adalah Abdul Sanu (25), Musdi (25), dan Muchlis (25). Jenazah ketiganya telah dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat.
(wln/wln)











































