Informasi yang dihimpun, saat itu korban berada di puncak tower, dan sedang memotong kawat penahan tower yang sudah berkarat. Sedangkan rejan kerja korban, Samsul Arifin yang juga saksi mata tengah berada di bawah.
Menurut Samsul, korban sebenarnya sudah menggunakan sabuk pengaman dan diikatkan ke salah satu bagian besi tower. Namun justru besi tower itu yang tidak kuat menahan korban, hingga akhirnya korban berikut tali pengaman langsung terjun bebas.
Korban mengalami luka parah pada kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit (RS) Elizabeth Situbondo. Sayangnya, dalam perjalanan ke rumah sakit, nyawa korban sudah tidak dapat diselamatkan lagi.
Korban bersama Samsul bekerja sebagai spesialis pemanjat tower. Saat itu mereka berdua mendapat order untuk mengganti kawat tower di Desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan.
"Dia itu sempat berteriak memanggil saya, bahkan tangannya sempat akan memegang ke besi lainnya, namun upaya itu sia-sia," terang Samsul saat berbincang dengan detiksurabaya.com.
Belakangan diperoleh informasi, tower itu adalah pemancar radio komunikasi milik PJR Induk Situbondo yang berada Jalur Pantura desa Wringin Anom, Kecamatan Panarukan. Sayangnya detiksurabaya.com belum bisa menkonfirmasi ke pihak PJR.
"Tolong masalah ini dikonfirmasikan dulu dengan komandan (Kepala PJR Induk Situbondo, red), sekarang beliau masih perjalanan pulang dari Paiton," terang seseorang berpakaian preman yang mengakau anggota PJR induk Situbondo, kepada detiksurabaya.com.
(bdh/bdh)










































