Peristiwa yang terjadi Selasa (6/4/2010) mengakibatkan pengemudi mobil boks, Hartoyo (42) asal Gresik tewas di lokasi. Sementara pengemudi bus nopol N 7413 UG, Punardi (40) asal Lasem (Jateng) berikut 22 penumpangnya mengalami luka ringan dan kini dirawat di RSUD Dr R Koesma Tuban.
Akibat kejadian itu bagian depan mobil boks bernopol L 9942 G ringsek karena menghantam bus dari depan. Sedangkan baknya juga terbuka setelah dihantam dump truk bernopol R 1340 KE dari arah belakang.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan kejadian bermula saat mobil boks dengan kecepatan tinggi melaju ke arah timur menuju Surabaya. Tepat di jalan Hutan Pakah, Desa Gesing, mobil boks mendahului dump truk yang ada di depannya.
Sial bagi Hartoyo, saat mobil yang disopiri berada di samping kanan dump truk, muncul Bus Sinar Mandiri dengan kecepatan tinggi dari arah berlawanan. Tabrakan pun tak bisa dihindari.
Usai bertabrakan, bus yang berpenumpang 22 orang itu langsung oleng ke kiri jalan hingga terjerumus ke selokan. Dump truk yang ta ada muatannya dari belakang langsung pula menghantam mobil boks di depannya. Hartoyo terjepit di dalam kabin hingga tewas seketika, akibat luka di bagian dada dan kepala.
Sedangkan bus yang masuk selokan menyebabkan penumpangnya luka lecet. Sejumlah penumpang bus yang ditemui di ruang perawatan UGD RSUD Tuban menyatakan, awal kejadian karena mobil boks menyalip truk di depannya. Akibatnya bus jurusan Surabaya-Semarang itu, tak bisa menghindar dari kecelakaan.
"Mobil boks terlihat melaju kencang saat mendahului truk. Makanya sampai terjadi kecelakaan," kata sejumlah korban luka ringan saat ditemui di UGD RSUD Dr R Koesma-Tuban.
Hal Senada diungkapkan pengemudi bus Punardi. Menurutnya, pihaknya sudah mencoba memperlambat laju kendaraan, namun tak bisa menghindari tabrakan.
"Mobil boks saat menyalip kecepatannya tinggi, saya sesalkan kenapa tidak langsung membuang kendaraan ke kiri. Kan di bagian kiri masih ada ruang kosong karena jalan kan lebar," ungkap Punardi.
Sementara Kasat Lantas Polres Tuban AKP Sugeng ST mengungkapkan penyebab kejadian kecelakaan adalah faktor human error. Pengemudi mobil mobil boks yang tergesa-gesa mendahului kendaraan di depannya. "Masalah ini masih kita teliti, namun dari temuan awal kejadian ini karena pengemudi yang tidak berhati-hati," tandasnya.
(wln/wln)










































