Sebulan, Dua Balita di Kediri Terinfeksi HIV/AIDS

Sebulan, Dua Balita di Kediri Terinfeksi HIV/AIDS

- detikNews
Kamis, 01 Apr 2010 15:17 WIB
Sebulan, Dua Balita di Kediri Terinfeksi HIV/AIDS
Kediri - Penyebaran virus HIV/AIDS di Kabupaten Kediri semakin ganas. Hingga akhir Maret 2010 jumlah menderita terdeteksi mencapai 162 orang, 2 diantaranya diketahui balita berusia 10 dan 17 bulan.

Data yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menyebutkan, kedua balita yang terinfeksi HIV/AIDS masih perawatan intensif di sebuah rumah sakit swasta. Meski belum dilakukan pemeriksaan klinis di laboratorium, keduanya pasti terinfeksi karena telah memiliki gejala-gejala klinis yang bersifat mayor dan minor.

"Kalau gejala klinis, asalkan memenuhi 2 gejala mayor dan 1 minor sudah dapat dipastikan terinfeksi," kata Kepala Seksi Pemberantasan Penyakit Menular Langsung (P2ML) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Nur Munawaroh, saat ditemui detiksurabaya.com di ruang kerjanya, Kamis (1/4/2010).

Nur menambahkan, untuk gejala mayor diantaranya ditunjukkan terjadinya penurunan berat badan lebih dari 10% dalam sebulan, diare kronis, demam berkepanjangan dan kesadaran menurun. Sedangkan gejala minor adalah terjadinya batuk berkepanjangan, dermatitis atau gatal-gatal, terserang herpes, kandidiasis atau terserang jamur di bagian mulut.

Namun sayang diminta menyebutkan identitas kedua balita yang terinfeksi HIV/AIDS, Nur menolak dengan alasan menjaga privasi korban. Dia hanya bersedia menyebutkan riwayat kedua balita tersebut yang diakui berasal dari keluarga baik-baik.

Untuk balita yang berusia 10 bulan, ibunya diketahui sakit-sakitan dan ayahnya meninggal dunia tanpa diketahui penyebabnya. Sedangkan balita 17 bulan saat ini dirawat oleh neneknya dan sang ibunya telah meninggal dunia, sementara ayahnya diduga kuat terinfeksi HIV AIDS.

"Dari apa yang kami pelajari, kedua balita ini sebenarnya dari keluarga baik-baik dimana ibunya tidak memiliki riwayat hitam. Dugaan sementara, dia tertular karena sang ayah yang dimungkinkan memiliki kebiasaan jajan di lokalisasi," jelas Nur.

Dalam waktu dekat Dinas Kesehatan akan segera memeriksa klinis di laboratorium terhadap 2 balita tersebut, untuk selanjutnya dirawat dan dipartau perkembangannya. "Kebetulan di RSUD sudah ada layanan khusus untuk penderita HIV/AIDS, yang nantinya juga akan kami jadikan tempat perawatan terhadap 2 balita tersebut," pungkasnya.
(fat/fat)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini