"Warga belum ada yang mengungsi, hanya menaikkan barang-barangnya seperti motor dan pakaian ke tempat yang lebih tinggi," kata salah satu warga Jalan Panglima Sudirman No 88, Kecamatan Kota, Bojonegoro, Rayan Rabani (33) kepada detiksurabaya.com saat dihubungi.
Dia menjelaskan, meski desa yang sudah menjadi langganan banjir sudah digenangi air, namun warga masih beraktivitas seperti biasa. Warga tetap bekerja dan anak-anak masih sekolah seperti biasa. Hanya saja mereka harus rela menenteng sepatu atau menaikkan bajunya agar tidak basah.
Sementara di papan duga, ketinggian air yang ada di Taman Bengawan Solo (TBS) kini mencapai 14,15 pheilscaal.
(fat/fat)










































