"Belum kok. Kita masih mencari keberadaannya, dan jangan percaya itu cuma mengecoh saja," jelas salah satu anggota Densus 88, yang tak mau disebutkan namanya, saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Senin (29/3/2010) sore.
Pengamatan detiksurabaya.com, 4 orang anggota Tim Densus 88 dari Polda Jatim juga tengah memantau Ponpes Al Muslimun dan Darul Wahyain, yang ada di Magetan.
Selain melakukan pemantauan, keempat anggota Densus 88 itu juga tampak berbincang-bincang dengan Kades Sumberagung, Miskun, di mushola yang ada di samping rumah. Bahkan perbincangan yang terlihat serius itu berlansung sekitar selama hampir 2 jam.
"Ya tadi rombongan dari Polda Jatim ke sini. Ya menanyakan seputar Lutfi itu saja," jelas Miskun.
Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan pengakuan Hawin (37), anak dari KH Buchori Burhanudin, pengasuh Ponpes Pondok Pesantren Darul Wahyain, bahwa adiknya Ubaid Al Lutfi Haidaroh Al Abu Jakfar alias Lutfi dikabarkan ditangkap Densus 88, Selasa (16/3/2010) lalu di daerah Plaosan, Magetan.
Kabar penangkapan itu sendiri menurut Hawin disampaikan oleh seorang yang mengaku anggota kepolisian kepada ibunya pada, Selasa 23 Maret 2010. Orang tersebut mengabarkan jika Lutfi, yang merupakan DPO anggota teroris Aceh tersebut sudah ditangkap seminggu lalu, tepatnya tanggal 16 Maret.
Dari informasi yang dihimpun, Ubaid Al Lutfi Haidaroh alias Lutfi, adalah 1 dari 7 DPO anggota teroris Aceh yang dikeluarkan oleh Polda Aceh. Ke-7 DPO itu yakni, Abu Yusuf, Ziad al Deni Suramto al Toriq, Tono al Rahmad al Bayu Seno, Pandu al Abu Asma, Abu Rimba al Munir al Abu Uteun serta Usman Al Gito.
(bdh/bdh)











































