Warga Demo Tolak Berdirinya Tower

Warga Demo Tolak Berdirinya Tower

- detikNews
Minggu, 28 Mar 2010 13:33 WIB
Warga Demo Tolak Berdirinya Tower
Malang - Belasan warga RT06/RW05, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota
Malang, menggelar aksi protes atas keberadaan tower yang didirikan PT Telkomindo Nusantara, Minggu (28/3/2010) siang.

Aksi yang memasang poster dan bendera setengah tiang ini dilakukan di jalan-jalan menuju tower berdiri. Warga protes karena merasa terganggu atas bunyi blower atau travo karena dipasang alat 3G. Selain itu warga takut radiasi karena jarak tower terlalu dekat dengan pemukiman warga. 

"Izin HO dan IMB pendirian tower ini ada dugaan rekayasa sebelumnya. Untuk itu kami
minta kepada pemilik lahan agar tidak memperpanjang ijin tower yang nantinya habis
bulan depan. Keberadaan tower sendiri sangat mengganggu kami dengan bunyi blower
atau travo," tegas perwakilan warga, Muhamad Tohir kepada wartawan di sela-sela aksi.

Rekayasa penerbitan IMB, lanjut Tohir, dilakukan dengan memalsukan denah lokasi. Seperti menyebutkan di sekitar tower berdiri sekitar 30 rumah. Namun dalam denah hanya digambar 6 buah rumah.

Pada aksi tersebut warga juga meminta ganti rugi kepada PT Telkomindo Nusantara sebesar Rp 100 juta. "Kami minta ganti rugi sebesar Rp 100 juta," tegas Tohir.

Gangguan suara blower atau travo, sering dirasakan oleh warga mulai siang hari. Bunyi tersebut lebih terdengar keras saat malam hari. Karena suara tersebut, warga mengaku mengalami kesulitan tidur.

Tohir bersama warga juga telah membuat surat pengaduan ke DPRD dan Pemerintah Kota Malang agar tidak memperpanjang izin tower. Tak hanya itu warga juga menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini kepada kejaksaan. "Kasus ini telah kami laporkan ke polisi dan kejaksaan," katanya.

Tower ini berdiri di atas lahan Halimah salah seorang warga yang kini telah meninggal dunia. Dalam penerbitan HO maupun IMB warga mengaku tidak dilibatkan. "Tidak ada warga yang mau memberikan izin saat itu," ungkap Tohir yang juga sekretaris RT tersebut.

Warga sendiri mengancam akan melakukan pembongkaran paksa bila tuntutan mereka
tidak mendapat perhatian dari pihak terkait. (fat/fat)
Berita Terkait