Perokok Aktif Bakal Tak Dapat Jamkesda

Perokok Aktif Bakal Tak Dapat Jamkesda

- detikNews
Sabtu, 27 Mar 2010 14:38 WIB
Perokok Aktif Bakal Tak Dapat Jamkesda
Malang - Perokok aktif bakal tidak mendapatkan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Wacana ini diusulkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang kepada Pemerintah Kota Malang.

Menurut para wakil rakyat itu, perokok aktif merupakan warga yang mampu mencukupi biaya kesehatannya, karena setiap hari mereka mampu membeli rokok.

"Para perokok aktif itu bisa dikatakan mampu, karena mereka bisa membeli rokok setiap hari yang harganya di atas 5 ribu rupiah," kata Syaiful Rusdi, Ketua Komisi Pendidikan dan Kesehatan DPRD Kota Malang kepada wartawan, Sabtu (27/3/2010).

Menurut Rusdi, rokok merupakan kebutuhan sekunder, dan kesehatan merupakan kebutuhan primer. Para perokok seharusnya lebih mementingkan kebutuhan primer daripada sekunder.

"Perokok aktif bisa menghabiskan satu bungkus dalam sehari, bahkan bisa juga kebih. Bila satu bungkus seharga 5 ribu, maka dalam satu bulan mereka dapat mengeluarkan uang sebanyak 150 ribu," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengusulkan perokok aktif ditambahkan dalam indikator penjaringan mendapatkan Jamkesda. "Sejumlah daerah telah menerapkan indikator tersebut," tegasnya.

Sementara, Dinas Kesehatan Kota Malang menyambut baik usulan penambahan perokok aktif masuk dalam indikator untuk tidak mendapatkan Jamkesda.

"Indikator itu dapat digunakan, apabila dinilai banyak kebaikannya," terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Enny Sekar Rengganingati.

Dalam penjaringan peserta Jamkesda Pemerintah Kota Malang berdasarkan pada 14 kriteria penilaian keluarga miskin. Jumlah peserta mendapatkan Jamkesda sebanyak 31.975 orang. Saat ini masih dibentuk panitia bertugas memvalidasi data para peserta Jamkesda.
(bdh/bdh)
Berita Terkait