Peristiwa itu bermula saat korban bersama, Hadri Cahyono (19) temannya bermaksud mandi di pantai. Sesampainya di jalan keduanya bertemu dengan rekan mereka lainnya, Pawito (27).
Setibanya di TKP, Dana Alif dan Hadri Cahyono langsung melepas pakaian dan menceburkan diri ke laut. Sementara, lantaran tidak bisa berenang Pawito hanya menunggu di pinggiran pantai.
Hanya selang beberapa menit musibah pun terjadi. Ombak besar menggulung keduanya.
Hadri Cahyono lolos dari maut. Namun jasad Alif menghilang. Bahkan usaha usaha Hadri Cahyono dan Pawito mencari korban sia-sia.
Korban baru ditemukan setelah pencarian melibatkan penyelam nelayan setempat.
Dikonfirmasi detiksurabaya.com, Kapolsek Pringkuku AKP Nadzir Syah Basri membenarkan kejadian tersebut. Untuk mengetahui motif kejadian, polisi langsung melakukan olah TKP dan visum et repertum.
"Hasil olah TKP dan visum tidak ditemukan indikasi tindak pidana. Penyebabnya diduga kecelakaan murni," jelasnya dihubungi detiksurabaya.com.
Kapolsek mengatakan, belakangan ini gelombang di Samudera Indonesia memang cukup tinggi. Kondisi ini cukup berbahaya untuk mereka yang hendak mandi di laut.
"Petugas selalu memberikan peringatan saat patroli," imbuhnya.
(bdh/bdh)










































