Pihak puskesmas sudah mengurus surat-surat administrasi baik dari Kepala Desa Rombasan Mukhlis Hidayat, Muspika dan pihak Dinkes Sumenep.
Kepala Puskesmas Pragaan, Sumenep, dr Erliyati MKes menjelaskan, RS Glagah Mojokerto yang khusus menangani penyakit kusta telah siap menerima Suryadi.
"Administrasi sudah selesai tentunya akan segera dirujuk ke RS Glagah," ujar Erliyati kepada detiksurabaya.com di ruang kerjanya, Jalan Raya Pragaan-Pamekasan, Selasa (23/3/2010) siang.
Dijadwalkan, Suryadi akan berangkat sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu (24/3/2010) dengan menggunakan ambulance Puskesmas Pragaan, Sumenep. "Di RS Glagah, Suryadi akan mendapatkan perawatan intensif. Sebab satu-satunya rujukan RS khusus kusta di Jatim hanya di Glagah," tuturnya.
Sebelumnya pria asal Waru, Pamekasan, Madura ini mengaku sudah 7 bulan tidak pernah
mandi dan tidak dirawat karena tidak ada biaya. Penyakit kustanya makin parah dan mengeluarkan bau menyengat. Bahkan, bekas kecelakaan yang juga tidak dirawat sejak awal September 2009 membusuk dan terlihat besar.
Setelah dibuang keluarga dan diasingkan warga di hutan Desa Rombasan, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura selama seminggu, praktis kehidupannya terasing. Bahkan saat ini Suryadi harus sendirian merawat dirinya. Sebab anak angkatnya, Fani (8) yang selama ini menemani dipaksa pulang oleh istrinya, Khusnul Khotimah (35) ke Muncar, Banyuwangi.
(fat/fat)










































