Korban ditemukan pemilik penginapan saat melihat jatah teh hangat yang diberikan tak juga diambil. Diduga korban tewas karena sakit malaria yang diderita. Pasalnya, di kamarnya terdapat obat-obatan malaria.
"Tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuhnya. Tapi ditemukan obat-obatan malaria. Mungkin korban sakit," kata Kapolsek Waru AKP H.T Harahap kepada detiksurabaya.com saat dihubungi.
Penemuan mayat ini, kata Harahap, dilaporkan oleh pemilik penginapan yakni Ari Lutfianto. Saat itu Ari mendekati kamar korban dan mengetuk pintu. Namun tidak ada jawaban. Setelah itu Ari memberitahukan penghuni lainnya dan membuka pintu. Betapa terkejutnya saat melihat korban terbujur kaku dengan mengeluarkan darah dari hidung.
"Korban menginap sejak Jumat (19/3/2010) dan terlihat saat ke gereja," jelasnya.
Polisi pun melakukan olah TKP dan kini jenazah korban dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi.
(fat/fat)










































