Dipaksa Nikah, Dua Siswi di Malang Tak Ikut UN

Dipaksa Nikah, Dua Siswi di Malang Tak Ikut UN

- detikNews
Senin, 22 Mar 2010 16:25 WIB
Dipaksa Nikah, Dua Siswi di Malang Tak Ikut UN
Malang - Dua orang siswi di Kabupaten Malang tak bisa mengikuti Ujian Nasional (UN). Pasalnya, dua pelajar ini harus mengundurkan diri setelah orang tua mereka memaksa untuk menikah. Kedua siswi ini berasal dari SMU Negeri I Gondanglegi.

"Di sekolah kami ada dua siswi yang tidak ikut UN, karena dipaksa menikah oleh orang tuanya. Mereka pun mengundurkan diri," kata salah satu guru SMAN 1 Gondanglegi, Puji Hariwati kepada wartawan, (22/3/2010).

Puji mengungkapkan dua siswi itu dari jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Keduanya menyatakan mundur sejak satu bulan lalu. "Kami sempat memberikan pengertian kepada mereka agar mengikuti UN dan menunda pernikahan. Tapi semua itu tidak membuat kedua orang tua mereka rela memberikan
kesempatan kepada anak-anaknya," ungkapnya.

Puji mengatakan UN tahun lalu di sekolahnya juga ada seorang siswi juga memiliki kasus serupa. Mereka mundur karena dipaksa menikah. Menurut Puji kasus seperti ini hampir tiap tahun dialami sejumlah sekolah. Hal itu terjadi karena budaya setempat yang menginginkan anaknya cepat menikah setelah dilamar pria.

"Ini sudah kedua kalinya terjadi di sini. Dulu di tahun 2009 ada satu siswi mundur karena dipaksa menikah," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten Malang, Suwandi menuturkan data jumlah siswa yang tidak mengikuti UN belum terekam seluruhnya. Peserta UN di Kabupaten Malang untuk SMA dan sederajat sebanyak 7.571 siswa.

"Data berapa siswa yang tidak ikut ujian belum kami terima secara keseluruhan, Karena masih kita hitung," ujarnya.
(wln/wln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini