Tiga orang itu masing-masing adalah Wawan (30) dan Saleh (34), keduanya warga Desa Selowogo, Kecamatan Suboh, serta satu lagi adalah Supriyadi (22), warga Desa/Kecamatan Besuki. Ketiganya disergap di sebuah SPBU di Kecamatan Arjasa, saat perjalanan pulang dari persembunyiannya di Banyuwangi.
Polisi terpaksa melumpuhkan Wawan dan Supriyadi dengan timah panas, karena keduanya berusaha kabur. Sebelum akhirnya menyerah di ujung pelor, Supriyadi bahkan sempat mengacungkan senjata tajam ke arah petugas yang hendak menangkapanya. Tak mau ambil resiko petugas langsung mengarahkan tembakan ke kedua kaki Supriyadi.
Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Abdoer Rahem Situbondo, namun sayang Supriyadi harus meregang nyawa sesaat setelah tim medis mengeluarkan proyektil peluru dari kedua kakinya, sementara Wawan tampak terus mengerang menahan sakitnya ditembus timah panas.
Keterangan yang diperoleh dari tim medis, Supriyadi diduga kuat memiliki penyakit jantung, dan kambuh saat kondisi lemah akibat ditembus timah panas. "Keterangan tim Medis tewasnya si Supriyadi ini akibat penyakit jantung yang dideritanya kabuh, keduanya terpaksa kami lumpuhkan dengan timah panas kerena tembakan peringatan tidak digubris, bahkan sempat melawan," tandas Kasat Reskrim AKP Sunarto, kepada detiksurabaya.com.
Ketiga orang komplotan ini merupakan spesialis perampokan sarang burung walet di wilayah hukum Situbondo dan sekitarnya, ada serentetan catat aksi kriminal komplotan ini di beberapa lokasi sarang walet, yang terakhir komplotan ini merampok sarang walet milik Haji Malik, warga Desa Suberrejo, Kecamatan Besuki dan melukai penjaganya pada pertengahan bulan Januari lalu.
Ketiga pelaku terkenal nekat saat menjalankan aksinya, bahkan tidak segan membunuh korban jika berusaha melawan. (bdh/bdh)










































