Kedua rumah itu miliki Wiliardi (46) dan Yusak (45), warga setempat. Satu kamar dan ruang dapur milik Wiliardi ambrol ke bibir sungai yang jaraknya sekitar 20 meter.
Sedangkan rumah Yusak rusak pada bagian lantai bawah terkena longsor. Kejadian tanah longsor di kawasan ini bukan pertama kali. Dua pekan lalu sebuah plensengan ambrol setelah tergerus air sungai.
Keterangan yang dihimpun detiksurabaya.com di lokasi kejadian sebelum dua rumah ambrol bagian lantai kedua rumah turun sekitar 20 centimeter.
Titik (40), istri Williardi waktu itu berada di ruang dapur, segera mengemasi barang-barang dan keluar meninggalkan rumah. "Istri saya ada di dapur lagi memasak sebelum lantai ambrol. Kemudian lari meninggalkan rumah," kata Wiliardi kepada wartawan di lokasi.
Wiliardi menambahkan, dirinya telah merencanakan untuk merenovasi bagian rumahnya rawan ambrol tersebut pada pekan depan. Namun, rencana itu batal karena terburu ambrol. "Senin besok, mau saya benahi yang rawan ambrol," ungkapnya.
(wln/wln)











































