Penderita Kusta Rindu dengan Anak Angkatnya

Baksos DSC untuk Suryadi

Penderita Kusta Rindu dengan Anak Angkatnya

- detikNews
Minggu, 21 Mar 2010 09:43 WIB
Penderita Kusta Rindu dengan Anak Angkatnya
Sumenep - Penderita kusta, Suryadi (40) yang menjalani perawatan intensif di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pragaan, Sumenep, Madura ingin hidup bersama anak angkatnya, Fani (8).

Sebab, selama 7 bulan sejak mengalami kecelakaan pada bulan September 2009 lalu, Suryadi dirawat dengan baik oleh Fani. Fani sendiri harus berhenti dari sekolahnya dan saat berhenti Fani tercatat siswa kelas 2 SD.

Suryadi mengaku hanya Fani yang bisa merawat dan sangat ikhlas menemani dalam keadaan apapun. Baik membelikan makan, membuang kotoran serta menemani siang dan malam.

"Saya ingin bersama Fani. Seandainya ada yang menjemput ke Muncar Banyuwangi saya akan berterima kasih," kata Suryadi pada detiksurabaya.com di Puskesmas Pragaan di Jalan Raya Pragaan-Pamekasan, Sumenep, Minggu (21/3/2010).

Suryadi yang dirawat diruang inap di bagian belakang Puskesmas Pragaan ini selalu ingat anaknya. Bahkan, sesekali meneteskan airmatanya disaat ingat perjuangan Fani selama 7 bulan merawat dirinya sejak mengalami kecelakaan.

"Saya tidak punya siapa-siapa lagi, kecuali Fani. Istri dan keluarga sudah tidak mau hidup bersama saya karena penyakit kusta yang saya derita ini," ujar Suryadi sambil mengusap air matanya.

Dia berharap penyakit kusta dan tulang paha yang patah akibat kecelakaan yang tidak dirawat cepat sembuh sehingga bisa berbuat sesuatu untuk anak angkat.

Sementara, pihak detiksurabaya.com berusaha membawa Fani dari Banyuwangi ke Madura. Saat ini masih melakukan negoisasi baik dengan ibu Fani yang membawa paksa dari Madura dengan aparat desa serta pihak kepolisian setempat.

Sebelumnya pria asal Waru, Pamekasan, Madura ini sudah 7 bulan tidak pernah mandi dan tidak dirawat karena tidak ada biaya. Sehingga penyakit kustanya makin parah dan mengeluarkan bau menyengat. Bahkan, bekas kecelakaan yang juga tidak dirawat sejak awal September 2009 membusuk.

Setelah dibuang keluarga dan diasingkan warga di hutan Desa Rombasan, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura selama seminggu, praktis kehidupannya terasing. Bahkan saat ini Suryadi harus sendirian merawat dirinya. Sebab anak angkatnya, Fani (8) yang selama ini menemaninya diambil oleh istrinya, Khusnul Khotimah (35) ke Muncar,
Banyuwangi.

Anda ingin membantu meringankan beban Suryadi? Saatnya berbagi dan bergabung di forum detiksurabaya.

(wln/wln)
Berita Terkait