Penderita Kusta Mengaku Bisa Tidur Nyenyak

Baksos DSC untuk Suryadi

Penderita Kusta Mengaku Bisa Tidur Nyenyak

- detikNews
Sabtu, 20 Mar 2010 09:49 WIB
Penderita Kusta Mengaku Bisa Tidur Nyenyak
Sumenep - Sehari mendapat perawatan di Puskesmas Pragaan, Sumenep, Madura, penderita kusta, Suryadi (40) suhu tubuhnya panas dan terpaksa diinfus. Meski diinfus, pria asal Waru, Pamekasan ini mengaku bisa tidur nyenyak.

Bahkan Suryadi yang semula tertutup dan hanya berbincang-bincang seperlunya, kini mulai aktif berkomunikasi dengan pasien dan keluarga pasien yang dirawat bersebelahan. Karena kondisinya yang tak mampu berjalan, Suryadi pun hanya berada di atas tempat tidur.

Petugas medis dan asisten Anton Cucuyama yang melakukan perawatan mengaku dua kali sehari, Suryadi diganti pempersnya. "Sepertinya pasien mulai berkomunikasi dengan orang lain. Dia seperti merasa senasib dengan rekan di sebelahnya," kata Kepala Puskesmas Pragaan, dr Erliyati MKes kepada detiksurabaya.com di sela-sela merawat pasien kusta, Jalan Raya Pragaan-Pamekasan, Sabtu (20/3/2010).

Erliyati mengaku meski diinfus, kondisi Suryadi terus membaik meski di bagian tulang kirinya patah. "Hasil foto, tulang paha kiri Suryadi positif patah akibat kecelakaan September 2009 lalu dan belum ditangani," terang Erliyati.

Untuk itu selain pengobatan kusta, juga diberi obat antibiotik, karena terdapat luka di bagian paha belakang tubuh pasien. "Namun, secara umum kondisi tubuhnya baik," ungkapnya.

Dari pantauan detiksurabaya.com, satu-satunya puskesmas yang merawat pasien kusta di Sumenep tersebut masih butuh sarana dan prasarana untuk kenyamanan pasien. Gedung yang berkapasitas 4 pasien khusus penderita kusta tersebut merupakan hasil swadaya. Suryadi pun berada di tempat paling timur dari 2 pasien kusta yang saat ini dirawat inap.

"Ke depannya, tentunya masih butuh pengembangan puskesmas sehingga pasien kusta dapat ditangani seperti di RS Glagah Mojokerto," pungkasnya.

Sebelumnya pria asal Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura ini mengaku sudah 7 bulan tidak pernah mandi dan tidak dirawat karena tidak ada biaya. Sehingga penyakit kustanya makin parah dan mengeluarkan bau menyengat. Bahkan, bekas kecelakaan yang juga tidak dirawat sejak awal September 2009 membusuk dan terlihat besar.

Setelah dibuang keluarga dan diasingkan warga di hutan Desa Rombasan, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura selama seminggu, praktis kehidupannya terasing. Bahkan saat ini Suryadi harus sendirian merawat dirinya. Sebab anak angkatnya, Fani (8) yang selama ini menemani dipaksa pulang oleh istrinya, Khusnul Khotimah (35) ke Muncar, Banyuwangi.

Anda ingin membantu meringankan beban Suryadi? Saatnya berbagi dan bergabung di forum detiksurabaya. (fat/fat)
Berita Terkait