"Saya ditelepon terus dari petugas medis Pemprov Jatim. Mereka tahu jika ada pasien kusta terlantar dari media online dan katanya pejabat pusat di Jakarta terus mantau dan sudah tahu," kata Kepala Puskesmas Pragaan, Sumenep, dr Erliyati MKes kepada detiksurabaya.com di ruang kerjanya, Jalan Raya Pragaan-Pamekasan, Jumat (19/3/2010).
Dia menjelaskan, Suryadi sebenarnya pernah diberi obat kusta saat pertama kali datang ke Desa Rombasan. Namun dirinya tidak tahu jika tidak ada yang mau mengurusi atau merawat.
"Tanggung jawab saya hanya memberi obat kusta. Tak tahunya tidak ada yang mengurus dari pihak keluarganya," pungkasnya.
Sebelumnya pria asal Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura ini mengaku sudah 7 bulan tidak pernah mandi dan tidak dirawat karena tidak ada biaya. Sehingga penyakit kustanya makin parah dan mengeluarkan bau menyengat. Bahkan, bekas kecelakaan yang juga tidak dirawat sejak awal September 2009 membusuk dan terlihat besar.
Setelah dibuang keluarga dan diasingkan warga di hutan Desa Rombasan, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura selama seminggu, praktis kehidupannya terasing. Bahkan saat ini Suryadi harus sendirian merawat dirinya. Sebab anak angkatnya, Fani (8) yang selama ini menemani dipaksa pulang oleh istrinya, Khusnul Khotimah (35) ke Muncar, Banyuwangi.
Anda ingin membantu meringankan beban Suryadi? Saatnya berbagi dan bergabung di forum detiksurabaya.
(fat/fat)











































