Berdasarkan pengamatan dari Bendung Gerak Babat atau Babat Barrage ketinggian air mencapai angka 6,8 m dan masuk siaga 2.
Menurut penjaga Bendung Gerak Babat, Jefri, debit air Bengawan Solo memasuki status siaga 2 terlihat sejak pagi. "Curah hujan yang cukup tinggi juga disebabkan oleh kiriman dari hulu Bengawan Solo yang berada di Bojonegoro," katanya kepada detiksurabaya.com, Jumat (19/3/2010).
Jefri menuturkan pada hari kamis kemarin belum ada tanda-tanda tapi pada jumat pagi debit air Bengawan Solo terus naik. Untuk itu, Jefri mengingatkan warga yang tinggal atau bermukim di Bengawan Solo untuk meningkatkan kewaspadaannya.
"Karena curah hujan dan air kiriman dari hulu dimungkinkan masih akan terus bertambah,"tuturnya.
Sementara itu, warga yang bermukim di bantaran sungai Bengawan Solo, khususnya yang ada di Kecamatan Laren sejak pagi juga mulai merasa was was melihat debit air yang terus naik.
"Bagaimana tidak, lha wong tahun lalu desa kami ini terendam banjir," ujar Edi Kiswanto, warga Desa Centini, kecamatan Laren.
(wln/wln)










































