Hal tersebut disampaikan Kepala Distrik Batavia Air Malang, Fungki Suprapto, kepada wartawan, di kantornya, Komplek Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Kamis (18/3/2010) siang.
"Hanya ada pergantian spare part, hingga menyebabkan penerbangan terpaksa dibatalkan," ujarnya.
Kronologis pembatalan penerbangan ini papar Pungki, saat akan take off di ujung landasan pukul 12.35 WIB, pilot Batavia Air menginstruksikan bahwa pesawat akan kembali. Pembatalan ini menurutnya, karena harus ada perbaikan spare part.
"Pembatan penerbangan atas perintah Kapten Yales (Pilot Batavia Air), karena harus ada perbaikan spare part," jelas Pungki.
Mengenai masalah ban pecah, Pungki mengaku dirinya tidak bisa menjelaskan kebenaran hal tersebut. Karena dia saat ini masih menunggu kabar dari teknisi yang tengah melakukan perbaikan.
Sementara, Kapentak Lanud Abdulrachman Saleh, Mayor Wahyudi, mengatakan pihaknya tidak berwenang memberikan keterangan dalam kejadian pembatalan pesawat Batavia yang batal melakukan penerbangan siang ini.
Menurutnya, Batavia Air merupakan penerbangan sipil bukan penerbangan militer. "Saya tidak berwenang memberikan keterangan, karena ini penerbangan komersil," ujar Mayor Wahyudi kepada detiksurabaya.com.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pesawat Batavia Air jurusan Malang-Jakarta yang membawa 130 penumpang terpaksa dibatalkan karena dikabarkan mengalami pecah ban. Akibat pembatalan ini, 90 orang penumpang terpaksa dialihkan ke Bandara Juanda dengan diangkut bus. Sedangkan 40 penumpang lainnya memilih batal terbang. (bdh/bdh)











































