Banjir yang terjadi, akibat hujan semalam suntuk dan meluapnya Sungai Piring. Empat desa yang terendam yakni, Kelurahan Rejomulyo, Tawangrejo, Kelun dan Pilangbangau.
Menurut Prayogo (40), warga Kelurahan pilangbangau kepada detiksurabaya.com, banjir yang terjadi akibat luapan dari Sungai Piring yang tak mampu menampung air hujan semalaman, serta air dari Pegunungan Wilis di Kecamatan Kare.
"Hujan mulai sore kemarin sampai tadi pagi baru reda, dan deres banget. Air mulai meluap sekitar poukul 03.00 WIB dini hari tadi saat orang-orang masih tidur," jelas Prayogo, di sela-sela membersihkan parit yang tersumbat.
Terpisah, Camat Kartoharjo, Joko, saat dihubungi menambahkan, dari 4 kelurahan tersebut paling parah dilanda banjir yakni, Perumahan Rejomulyo. Di perumahan tersebut menurutnya terdapat 300 rumah yang terendam banjir dengan ketinggian 30 sampai 90 cm.
"Ada 4 kelurahan dan terparah di Kelurahan Rejomulyo satu komplek perumahan ada sekitar 300 rumah KK kemasukan air dan lainnya di 3 kelurahan Tawangrejo, Kelun dan Pilangbangau ketinggian air hanya sekitar 20-40 cm," jelas Joko.
Joko, menambahkan bahwa saat ini warga tidak mengungsi karena banjir sudah biasa bagi mereka. Warga memilih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu bantuan makanan dari Dinas Sosial.
Sementara itu, pantauan detiksurabaya.com hingga pukul 09.00 WIB, jalur alternatif yang menghubungkan Kota Madiun menuju Caruban belum dapat dilalui karena terendam banjir. Genangan air setinggi lutut ini berada di dekat SPBU Kelurahan Pilangbangau.
(bdh/bdh)










































