"Pemerintah harus memperhatikan kehidupan para seniman. Mereka memiliki kebebasan berkrerasi yang justru sering melupakan dirinya sendiri," kata Wiwid Soewandi -panggilan akrab Bambang Prasetyo Widodo-, usai membuka festival seni topeng dan batik lukis di Pendopo Dinas Pariwisata Sidoarjo, Senin (15/3/2010) malam.
Menurutnya, hidup ini semakin bergairah karena ada seniman. "Bayangkan jika tidak ada seminam, kita akan merasa kesepian, tidak bergairah. Tetapi sayangnya banyak seniman yang tidak mendapatkan perhatian," tandasnya.
Cabup Bambang Prasetyo Widodo yang juga gemar melukis tersebut berharap agar para seniman diberikan ruang seluas-luasnya untuk menunjukkan ekpresinya. "Banyak pesan-pesan dan kritik-kritik yang diberikan para seniman dengan cara-cara mereka. Inilah yang sebenarnya harus menjadi perhatian kita semua," tandasnya.
Karena itu, Bambang Prasetyo Widodo menggagas adanya asuransi kesehatan bagi seniman. Meski hal ini merupakan sebuah gagasan, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa diwujudkan. Asuransi kesehatan yang mana preminya disubsidi pemerintah, akan dapat menjamin perawatan dan pengobatan jika seniman mengalami ganggaun kesehatan.
Sementara itu, Santoso Setiyono, Ketua panitia pameran menyatakan rasa terima kasihnya pada Bambang Prasetyo Widodo yang telah membuka pameran tersebut. "Perhatian dan ide-ide Pak Bambang Prasetyo Widodo pada para seniman cukup bagus," kata Santoso didampingi Wadji, seniman lukis.
Pemeran yang berlangsung Senin hingga Sabtu (20/3) mendatang, diikuti lebih dari 200 topeng. Selain topeng yang terbuat dari kertas, juga banyak topeng hasil kreasi seniman dengan bahan daur ulang limbah besi, kawat dan lain-lain. "Inilah kreasi kami, memanfaatkan limbah tak berguna menjadi hasil seni yang bagus," kata Taufik Monyong, salah satu peserta pameran.
Dalam pembukaan tersebut, Bambang Prasetyo Widodo diarak terlebih dulu dari depan alun-alun Sidoarjo menuju lokasi acara diiring dengan musik harmoni. Setelah itu, Bambang membubuhkan tanda tangan pembukaan di atas kanvas, dan melakukan pemukulan kendi sebagai tanda berlangsungnya pameran.
(bdh/bdh)











































