"Imbauan ini sudah kita lakukan kepada pemilik hotel di wilayah Bromo," ungkap dukun lereng Tengger, Mudjono saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (15/3/2010).
Saat Hari Raya Nyepi nanti, kata dia, semua umat Hindu baik laki-laki, tua, muda dan anak-anak tidak diperkenankan keluar rumah. Selain itu tidak diperbolehkan menyalakan lampu mulai pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB, Selasa (16/3/2010).
"Kami mengimbau agar para wisatawan dapat memahaminya dan mematuhi peraturan yang sudah dibuat oleh para sesepuh warga lereng Gunung Tengger," tandas Mudjono.
Sementara mulai pukul 09.00 WIB, umat Hindu lereng Tengger yang berasal dari sebanyak 14 desa akan berkumpul di tanah lapangan Desa Sumberanom, Kecamatan Sukapura. Mereka melakukan perayaan Welasti dan Kaor Agung Kasanga. Setelah itu, sore harinya melakukan perayaan nyepi di rumah masing-masing.
Kepala Dinas Pariwisata Probolinggo, Tutuk Edi Utomo bahwa imbauan itu merupakan bagian dari sikap toleransi agar para tamu saling menghormati dengan kegiatan keagamaan. "Imbauan dari dukun Tengger merupakan sikap toleransi agar para tamu saling menghormati dengan kegiatan keagamaan umat Hindu," jelas Tutuk. (fat/fat)











































