Mayat perempuan yang diperkirakan berusia 18 tahun tersebut, pertama kali ditemukan oleh Hasan, warga setempat, Jumat (12/3/2010) petang.
Saat ditemukan, kondisi korban mengapung dengan hanya mengenakan pakaian atasan berupa kaos warna hitam, tanpa sehelai benang pun di bagian bawah tubuhnya. Di sebagian anggota tubuh juga ditemukan luka, diantaranya lebam di punggung, luka bekas pukulan di dahi dan bibir, serta jeratan dengan seutas kain di bagian lehernya.
Dari temuan tersebut, warga langsung melaporkannya ke aparat kepolisian. Secara bersama-sama, mayat tersebut akhirnya dientaskan untuk dilakukan identifikasi. Meski demikian, polisi tak banyak mendapatkan hasil setelah dalam jasad korban tak ditemukan selembarpun kartu identitas.
"Itu yang menyulitkan kami. Terlebih warga disini juga tidak mengenali siapa gadis ini," ungkap Kapolsek Brebek, AKP Fuadi, saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.
Dari sulitnya mengenali identitas korban, Fuadi mengaku juga belum dapat memastikan penyebab kematiannya. Meski terdapat dugaan perkosaan dan pembunuhan, polisi mengaku tidak ingin berandai-andai. "Bisa jadi identitasnya memang sengaja dihilangkan oleh pelaku. Tapi itu kan dugaan dan kami tidak ingin berandai-andai sebelum ada hasil otopsi resmi," tegasnya.
Dari proses identifikasi di TKP polisi hanya dapat memastikan ciri-ciri fisik korban, yaitu usia sekitar 18 tahun, kulit sawo matang, rambut pendek dan mengenakan pakaian atasan berupa kaos warna hitam.
Saat ini mayat korban masih disimpan di kamar jenazah RSUD Nganjuk, untuk selanjutnya dilakukan otopsi lanjutan. Kepolisian juga tengah berkoordinasi dengan Mapolsek dan Polres lain di sekitar Kabupaten Nganjuk, guna mempercepat proses pengenalan mayat tersebut.
(/bdh)










































