Bertarung di Stadion Gajayana, Selasa (8/32010) sore WIB, Persema mampu memanfaatkan keuntungan bermain di kandang dan dukungan dari mayoritas penonton. Hasilnya adalah gol yang berhasil dilesakkan Siswanto saat laga baru berjalan 15 menit.
Dalam posisi tertinggal, Arema berusaha bangkit. Upaya tersebut membuahkan hasil menyusul terciptanya gol penyama sebelum turun minum. Gawang tuan rumah yang dikawal Sukasto bergetar karena tendangan keras yang dilepaskan Esteban Guillen.
Skor 1-1 bertahan hingga jeda pertandingan.
Formasi baru 4-4-2 diterapkan oleh pelatih Robert Albert membuka jalan bagi Fahrudin, Camelon Roman serta M. Ridwan untuk terus melakukan penekanan di jantung pertahanan lawan. Hingga akhirnya di menit 57 gol canti Roman Camelo tercipta.
Umpan silang Noh Alam Shah dari lini kanan jantung pertahanan Persema dimanfaatkan oleh Camelo dengan tendangan keras kaki kanannya. Bola yang mengarah ke gawang tak kuasa dihalau I Komamg Putra.
Berhasil menambah satu gol dengan unggul 2-1 tak membuat skuad Arema Indonesia kendur dalam menekan pertahanan Persema. Pengawalan ketat dari para pemain belakang Persema dapat dihindari dengan baik oleh M. Ridwan. Gol cantik pemain asal Singapura ini merubah kedudukan menjadi 1-3 di menit 77.
Gol tersebut bermula dari umpang terobosan yang dilepaskan Roman menembus dari sayap kanan. Bola kemudian berhasil dileskakkan ke dalam gawang oleh M Ridwan. Gol yang mengubah kedudukan menjadi 3-1 dan bertahan hingga wasit Setiono meniupkan peluit panjang tanda laga berakhir.
Kemenangan ini membuat Arema berdiri makin kokoh di puncak klasemen dengan mengumpulkan 48 poin dari 22 pertandingan. Sementara Persema tak beranjak dari tangga keempat dengan total poin dikumpulkan berjumlah 34.
(bdh/bdh)










































