Dari pantauan detiksurabaya.com, Selasa (9/3/2010), kejadian tersebut bermula dari adu mulut antara M Ridwan pemain Arema dengan Robby Gaspar pemain belakang Persema. Adu mulut terjadi ketika mereka berjalan beriringan keluar lapangan.
Adu mulut hampir berujung bentrok fisik, hingga memicu pemain Arema lain mengejar Robby Gaspar. Untungnya, kesigapan aparat keamanan segera mengamankan para pemain kedua kesebelasan dan dapat meredam adanya kericuhan.
Lemparan botol minuman penonton sendiri berakhir, setelah para pemain kedua kesebelasan digiring ke dalam ruang ganti.
Di babak pertama, permainan bagus ditunjukkan kedua kesebelasan. Tuan rumah Persema Malang, unggul lebih dahulu melalui tendangan Siswanto dari luar kotak pinalti. Tendangan keras kaki kanan pemain nomor punggung 22 ini berhasil merobek gawang Arema yang dikawal Kurnia Mega di menit 15.
Namun pada menit 33, Tim 'Singo Edan' berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan bola mati Esteban Gullien dari luar kotak pinalti. Kedudukan imbang 1-1 bertahan hingga turun minum.
Pertandingan babak kedua sempat tertunda sekitar 15 menit. Pasalnya, pengawas pertandingan memprotes pencopotan skor board oleh penonton. Sejak terjadi insiden pada jeda pertandingan babak pertama, suasana Stadion Gajayana semakin memanas.
Skor board berada di tribun sebelah timur dilepas penonton. Hingga kini pertandingan masih belum dilanjutkan. Pihak panpel berusaha memasang kembali skor board agar pertandingan yang dipimpin wasit Setiono asal Sidoarjo dapat dilanjutkan.
(bdh/bdh)