"Rencananya pagi tadi akan kita rujuk ke Surabaya. Tapi Tuhan berkehendak lain, bayi itu meninggal sekitar pukul 03.15 WIB. Jika melihat kondisinya, bayi tersebut kembar namun tidak terbentuk sempurna," jelas Direktur RSUD dr R.Koesma Tuban, dr Susianti kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Senin (8/3/2010).
Susianti menambahkan, sejak lahir kedua bayi bisa menangis dan motorik serta responnya berjalan sempurna. Keduanya juga sempat distabilkan dan diberi selang infus. Dari pengakuan orangtua bayi pihak perempuan, kata dia, memiliki keturunan anak kembar.
Sebelum ibunya, Siti Fatimah (18) melahirkan, tim dokter terlebih dulu memeriksa kondisi pasien dengan USG. Dari pemeriksaan itu diperkirakan bayi lahir dalam kondisi kembar siam. Setelah itu bayi yang memiliki berat badan 2,9 kg dan panjang 47 cm itu menjalani operasi caesar.
"Diperkirakan bayi lahir dalam kondisi kembar siam tapi ternyata kepalanya dua dengan satu tubuh," jelasnya.
Dia mengaku kondisi bayi sudah mulai drop sejak beberapa jam dilahirkan dan akhirnya tensi turun semalam. Menurunya kondisi bayi lantaran organ-organ tubuhnya tidak tumbuh dengan normal. Selain tidak memiliki anus, bayi juga memiliki satu jantung dan satu liver serta organ-organ lain yang tidak tumbuh sempurna. Dan akhirnya bayi tak mampu bertahan dan akhirnya meninggal pukul 03.15 WIB.
"Kondisinya memang berat dan drop sejak beberapa jam lahir. Dan akhirnya drop hingga semalam," tambahnya.
(fat/fat)











































