Jika Sebelumnya jalur pendakian ditutup hingga Kali Mati, kali ini ditutup hingga Ranupane.
"Jika sebelum di tutup hingga kali mati untuk perbaikan ekosistem, kali ini karena adanya lava diam di Jonggring Saloko yang siap dimuntahkan," Kata Sekretaris Satlak PB Pemkab Lumajang, Wisu Wasono Adi ditemui di kantornya, Kamis (4/3/2010).
Penutupan ini dilakukan setelah Satlak PB Lumajang berkoodinasi dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan Pusat Vulkanologi dari Bandung.
Sedangkan untuk warga yang tinggal di lereng Gunung Semeru yang berpotensi terkena ancaman material vulkanik, baik awan panas maupun lahar yakni, Dusun Rowo Baung dan Dusun Supit yang termasuk wilayah Desa Pronojiwo, Dusun Urip, Dusun Kamar A dan Dusun Umbulan di di Desa Supit Urang.
"Dusun Rowo Baung dan Dusun Supit merupakan dusun yang terdekat dengan pusat hembusan asap yang lokasinya 9 km dari puncak Semeru," jelasnya wisu.
Khawatir adanya hujan abu, Satlak PB sudah menyiapkan 20 ribu masker untuk kewaspadaan masyarakat. Masker untuk warga sudah siap di masing-masing puskemas.
"Semua rekomendasi waspada Semeru oleh pusat Vulkanologi, kami telah lakukan koordinasi dengan desa, kecamatan dan instansi terkait," ungkap Wisu. (bdh/bdh)











































