"Saat ini aktivitas Gunung Semeru meningkat, karena diketahui adanya lava diam di sekitar puncak," kata Kepala Sub Bidang Pengawasan Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Agus Budianto, saat dihubungi, Kamis (4 /3/2010).
Menurut dia, peningkatan gunung yang memiliki ketinggian 3676 m dpl, sejak bulan Februari 2010, teramati 41 kejadian hembusan asap dengan ketinggian mencapai 50 - 200 meter. Pada 25 Februari 2010, guguran lava pijar mulai terjadi, mengarah ke Besuk Kembar sejauh 50 m, dan pada 26 - 28 Februari 2010, guguran lava pijar kembali mengarah ke Besuk Kembar sejauh 700 - 750 m dari bibir Kawah Jonggring Saloko.
"Meskipun puncak gunung masih diselimuti kabut, bisa diketahui aktivitas kegempaan," tuturnya.
Meskipun status Semeru Waspada, tetapi masih berpotensi terjadi letusan abu dan hembusan asap dengan ketinggianlebih dari 500 meter, dan sebaran abu vulkanik tergantung pada arah angin. Bahkan terjadinya guguran lava pijar yang lebih besar dengan jarakluncur lebih dari 700 m dapat memicu terjadinya awan panas guguran.
"Kami merekomendasi warga tidak melakukan aktivitas 4 kilometer dari puncak Semeru. Di khawatirkan ada guguran awan panas," ujar Agus.
Hingga saat ini, pemantauan dan evaluasi kegiatan Gunung Semeru tetap dilakukan secara intensif oleh pihak Pos Pantau Semeru di Gunung Sawur, Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang.
"Nanti jika tanda-tanda akan terjadi hembusan besar akan dilaporkan pada kami," ungkap Agus Budianto.
(bdh/bdh)










































