Puluhan anak jalanan itu langsung menuju lobi Mapolresta Malang dan menyuarakan tindakan tak terpuji yang dilakukan petugas kepada Dewi (14), Ana (14), dan Fery (19). Saat itu ketiganya sedang makan pagi di perempatan Jalan Ahmad Yani, Kota Malang.
"Kami sesalkan tindakan bapak-bapak petugas yang tega menyeret anak-anak kami yang tak tahu apa salahnya. Mereka pada waktu itu sedang makan pagi," jelas Ketua Umum Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur dan Komunitas Aku Juga Anak Bangsa, Tedja Bawana dalam orasinya, Selasa (2/3/2010).
Tedja menyesalkan sebagai penegak hukum serta pengayom dari masyarakat, sudah seharusnya polisi melindungi anak-anak sebagai penerus bangsa ini. Bukan malah memusuhi dan mendiskreditkan mereka. "Bapak-bapak kami minta kepedulian Anda kepada kami, jangan kami dimusuhi," tegas Tedja.
Menurut Tedja, salah satu korban, yakni Dewi baru saja keluar dari rumah sakit menjalani perawatan. Dengan tindakan sewenang-wenang kini korban mengalami trauma. Dalam aksi damai itu, anak-anak jalanan juga menyuarakan keluhan mereka melalui lagu. Mereka menyanyikan lagu diiringi alat musik gitar.
Sementara aksi anak-anak jalanan ini langsung mendapat tanggapan dari Kepala Samapta Polresta Malang AKP Susanto. Dia secara langsung menyampaikan permintaan maaf atas tindakan tersebut. "Kami akui khilaf dan kami minta maaf," ucapnya.
Setelah mendapatkan jawaban secara langsung dari Kepala Samapta Polresta Malang AKP Susanto, puluhan anak jalanan ini kemudian membubarkan diri dengan tertib.
(fat/fat)











































