Isu yang sudah beredar luas bahwa keluarga Bakrie sengaja memasang 'orangnya' sebagai calon bupati untuk mengamankan pemerintahan mendatang agar tak mengusik lumpur panas Porong yang masih menyembur hingga saat ini? Benarkah?
Bambang Prasetyo Widodo (direktur operasional PT Minarak Lapindo Jaya), Yuniwati Teryana (Vice President Relations and Social Affairs Lapindo Brantas Inc) menanggapi dingin tudingan miring itu. Sedangkan Gesang Budiarso (Komisaris Minarak Lapindo Jaya) tak bisa dihubungi.
"Ini kan hak perorangan, kebetulan saja kerja di Lapindo semua," tegas Wiwid, panggilan akrab Bambang Prasetyo Widodo saat dihubungi detiksurabaya.com, Senin (1/3/2010).
Menurut salah satu bos Harian Surabaya Post yang sudah mendaftar bakal calon bupati di Partai Golkar ini, dirinya mencalonkan karena derasnya desakan masyarakat dan keinginanya membangun Sidoarjo lebih baik.
"Yang pasti saya mengikuti mekanisme yang ada. Dan saya tidak khawatir adanya black campaign, di politik kan itu biasa," kata Wiwid yang tak lain putra mantan Bupati Sidoarjo periode 1975-1985, (Alm) Suwandi.
Setali tiga uang. Yuniwati yang kini tengah membangun citra di mata warga Sidoarjo dengan menggelontor iklan di media dan memasang balihonya di berbagai sudut Sidoarjo.
Dalam balihonya dia mencitrakan diri dengan berbusana muslim berkerudung berwarna dominan hijau. Tak lupa di balihonya disebut sebagai srikandi Sidoarjo. "Saya Yuniwati maju didasari satu niat baik untuk mengabdi kepada warga Sidoarjo," tegas dia melalui SMS yang dikirim ke detiksurabaya.com, Senin malam (1/3/2010).
Menurut Mbak Yu, panggilan akrabnya, dirinya maju meski harus bersaing dengan rekan sejawatnya demi tekad menjadikan Sidoarjo menjadi lebih baik, makmur dan lebih sejahtera.
"Perusahaan tentu merestui siapa saja yang mampu dan beritikad baik memberikan pengabdian bagi kepentingan masyarakat luas," tegas dia. Bakal calon yang lain lanjut Yuniwati, tentunya memiliki alasan-alasannya masing-masing sebagai pribadi. "Silahkan ditanyakan kepada mereka," jawabnya.
Banyak yang menganggap keluarga Bakrie ingin menempatkan satu 'kadernya' sebagai posisi bupati maupun wakil bupati Sidoarjo? "Masyarakat Sidoarjo tidak bodoh dalam menentukan pilihan sosok pimpinan yang mereka harapkan, baik posisi bupati ataupun wakil bupati," katanya diplomatis.
Sementara Gesang gagal dikonfirmasi. Telepon selelur bos Harian Sore Surabaya Post dan Arek TV ini tidak diangkat saat dihubungi, Senin malam (1/3/2010). (gik/gik)










































