Dua Istri Bupati Kediri Bersaing Berebut Kursi Bupati

- detikNews
Senin, 01 Mar 2010 15:20 WIB
Kediri - Kalender 12 Mei 2010 mendatang, Kabupaten Kediri punya gawe pemilihan bupati untuk masa bakti 2010-2015. Dari sejumlah nama yang mencuat bakal mencalonkan diri, dua diantaranya tercatat sebagai istri bupati saat ini, Sutrisno.

Dua istri tersebut yakni Hj Haryanti, yang tercatat istri sah dan Hj Nurlaila, yang tercatat sebagai istri kedua dengan status nikah siri. Istri kedua saat ini tercatat sebagai Kepala Desa Wates, Kecamatan Wates, sedangkan suami pertamanya meninggal dunia karena perampokan beberapa tahun silam.

Lantas mengapa kedua istri Bupati Kediri tersebut bersaing untuk memperebutkan menggantikan suaminya, yang jabatannya akan resmi berakhir 19 Agustus 2010 mendatang?

Haryanti, sebagai istri pertama, mengaku pencalonan dirinya dilatarbelakangi keinginan  memperbaiki kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kediri yang diakui belum maksimal. Hal itu diketahui setelah dalam 10 tahun terakhir mendampingi suaminya menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK.

"Ibu melihat, terutama di daerah pelosok masih perlu sentuhan untuk perbaikan kesejahteraan masyarakat. Dari sana beliau tersentuh untuk bisa turun langsung menyalurkan kemampuannya," kata Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Kediri, Eko Setiyono, saat dikonfirmasi detiksurabaya.com, Senin (1/3/2010).

Eko, mengungkapkan, pencalonan Haryanti secara tegas ingin melanjutkan keberhasilan pembangunan Kabupaten Kediri yang telah dicapai suaminya. "Mau tidak mau nantinya juga mencalonkan, makanya dalam banyak poster dan spanduk Bu Haryanti, menggunakan tagline teruskan," imbuhnya.

Haryanti, sendiri dalam pencalonannya akan menggandeng Maskuri, lelaki yang menjadi bawahan suaminya dengan jabatan Camat Gampengrejo. Pasangan tersebut sejauh ini sudah mengantongi dukungan dari PDIP, Partai Hanura dan PKNU.

Di tengah desakan netral PNS dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah, Eko, selama ini memang dikenal sebagai juru bicara Pemerintah Kabupaten Kediri, termasuk mengenai pencalonan Haryanti sebagai istri Bupati Sutrisno. Permintaan detiksurabaya.com untuk bisa wawancara secara langsung belum bisa dipenuhi, dengan alasan kepadatan jadwal.

Namun secara terpisah, Nurlaila, saat dikonfirmasi pencalonannya menolak anggapan bersaing untuk mendapatkan perhatian Bupati Sutrisno. Dia mengaku pencalonannya bukan atas perintah sang suami, dengan apapun yang akan didapatkan siap dihadapi.

"Prinsip saya apapun yang akan terjadi dan saya hadapi, saya akan selalu optimis," ujar Nurlaila, saat ditemui detiksurabaya.com di sela-sela pendaftaran dirinya melalui Partai Demokrat, pertengahan Februari 2010 lalu.

Nurlaila, memang sempat mendaftar menjadi bakal calon bupati dari Partai Demokrat, meski akhirnya gagal mendapatkan rekomendasi. Kabar terbaru, Nurlaila akan berangkat menjadi calon bupati dari koalisi PAN, Partai Golkar, Gerindra dan PKS. Untuk pasangannya, akhir-akhir ini Nurlaila banyak dikaitkan dengan Samsul Widodo, staf Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) di Jakarta.Meski menolak anggapan bersaing dalam memperebutkan perhatian dan kasih sayang dengan Haryanti, Nurlaila mengaku pencalonannya tak lepas dari bantuan sang suami, baik dari segi finansial atau hal lainnya. Termasuk dalam perizinan kegiatan sosialisasi, bila terkendala di tingkat kepala kepolisian tingkat polsek dan camat. Izin akan didapatkan dengan mudah bila sudah menghubungi sang suami.

Sementara pemilihan bupati Kediri dijadwalkan dilaksanakan tanggal 12 Mei 2010 mendatang, dengan pendaftaran bakal calon dibuka 5 - 11 Maret mendatang. Selain Haryanti dan Nurlaila, nama kandidat yang juga mencuat adalah pasangan Sunardi dan Sulaeman Lubis, yang menjadi jagoan dari Partai Demokrat dan PKB.

Untuk bakal calon dari jalur perseorangan dipastikan tidak ada, setelah pasangan Subani dan Masruki sebagai satu-satu yang mendaftar dipastikan gagal, karena bukti dukungan yang disertakan tidak mencukupi. (fat/fat)