Sekitar 150 anak taman kanak-kanak dan sekolah dasar di Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, mengikuti pendidikan pelestarian lingkungan. Anak-anak yang belum genap berusia 5 tahun ini merupakan sejumlah siswa taman kanak-kanak yang memiliki program sekolah alam.
Diantaranya TK dan Playgroup Qiblat, serta TK Islam Sabilur Rosyid. Mereka diajari cara menanam pohon dan melestarikan lingkungan. Meski bukan sebuah permainan, namun anak-anak ini terlihat cukup senang bisa membawa dan menanam pohon.
Menurut seorang guru sekaligus aktivis lingkungan, Satrio Wiweko, kebiasaan menanam dan melestarikan lingkungan sejak usia dini akan berdampak baik saat anak-anak sudah dewasa, "Kami berharap di masa mendatang anak-anak ini terbiasa melestarikan lingkungan," kata Satrio Wiweko kepada detiksurabaya.com.
Dengan peralatan seadanya anak-anak ini menaman pohon tanpa mengerti kegunaan pohon. Meski demikian, kegiatan ini diyakini bisa membawa dampak positif bagi anak-anak di masa mendatang.
Selama ini bencana di Indonesia disebabkan kerusakan lingkungan, terutama hutan. Karena sudah rusak, potensi banjir dan longsor lebih mudah terjadi. Saat anak-anak ini sudah dewasa, diharapkan tidak ada lagi perusakan lingkungan, sehingga bencana bisa diminimalisasi di masa-masa mendatang.
(fat/fat)










































