"Akan dicoba untuk KA Mutiara Timur dengan kecepatan sekitar 5 km/jam," kata Manajer Komersial PT KA Daops IX Jember, Slamet Sriyanto kepada detiksurabaya.com, Senin (1/3/2010).
Puluhan petugas dari PT KA Daop IX Jember dibantu dengan petugas dari PT KA Daop VIII Surabaya kerja lembur untuk menormalkan kembali jalur antara Stasiun Kalisat dan DStasiun Kotok di Desa Sukoreno itu.
Rel yang berantakan akibat anjloknya KA itu juga diperbaiki. Bantalan kayu yang hancur diganti dengan bantalan dari besi. "Semoga setelah KA Mutiara ewat, jalur ini bisa kembali normal," tandas Slamet.
Kereta Api Mutiara Timur dari arah Banyuwangi ke Surabaya anjlok antara Kalisat-Stasiun Kotok, Jember. KA itu membawa 9 rangkaian gerbong.
7 kereta anjlok, 1 kereta anjlok separuh dan 1 kereta tidak anjlok atau masih berada di atas rel. Kejadian itu terjadi pada pukul 11.29 WIB, Minggu (28/2/2010). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
(wln/wln)










































