Sering Kambuh, Bastiawan Mengaku Sering Makan Genting

Anak Kelainan Empedu

Sering Kambuh, Bastiawan Mengaku Sering Makan Genting

- detikNews
Senin, 01 Mar 2010 10:02 WIB
Sering Kambuh, Bastiawan Mengaku Sering Makan Genting
Tuban - Bila beberapa waktu lalu seorang balita asal Tuban Valdo Ivander Achzar (5 bulan) pulang paksa dari rumah sakit jamkesda karena memiliki kelainan mirip Bilqis yakni atresia bilier dan tanpa empedu, kini seorang anak bernama Bastiawan (12) mengalami hal serupa.

Siswa SDN Cempokorejo kelas V ini diketahui penyakitnya sejak usia 7 bulan. Saat itu kedua orangtuanya, Edi Priyanto (43) dan Ny Riniyati (37) asal Dusun Randu Geneng, Desa Cempoko Rejo, Kecamatan Palang, membawanya ke RSUD Dr Koesma Tuban. Karena tak kunjung sembuh akhirnya dirujuk ke RSU Dr Soetomo Surabaya.

Di rumah sakit inilah, diketahui jika Bastiawan mengalami penyakit langka. Namun karena tak memiliki biaya, mereka pun membawa anaknya pulang. Edi yang hanya seorang nelayan pun hanya bisa pasrah, meski utang sudah menumpuk di mana-mana.

"Saya sudah tidak memiliki apa-apa yang bisa dijual untuk membiayai berobat anak saya," kata Edi Priyanto, saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya di Desa Cempoko Rejo, Kecamatan Palang, Tuban, Senin (1/3/2010).

Ibu kandung Bastiawan pun memilih menjadi TKW di Malaysia agar bisa membayar utang sejak 3 tahun lalu. Sedangkan bapaknya menjaga ketiga anaknya dan terus menjadi nelayan. Sementara selama ini bila Bastiawan mengeluh sakit, yang dilakukan bapaknya mencoba meringankan sakitnya dengan cara memijit badannya.

Jika kondisi Bastiawan tak kambuh, ungkap Edi, dirinya tak mempermasalahkan. Namun, jika sudah kambuh rasa sakitnya anaknya menangis tak karuan. Saking sakit dan berusaha mengalihkan rasa sakitnya, Bastiawan menggigit apa saja yang ada di dekatnya. Seperti mengunyah genteng atau runtuhan tembok.

"Dan rasa sakitnya itu biasanya itu berlangsung hingga 1 jam," tambah Edi.

Tragisnya lagi, meski memiliki anak yang butuh pengobatan, keluarga Edi termasuk apes. Mulai program Jamkesmas, SKTM (surat keterangan tidak mampu) yang bisa dipakai berobat gratis di puskesmas dan RSUD Tuban, mereka tidak memiliki.

"Sejak dulu juga tidak didaftar pak, wong dana BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan Raskin (Beras Untuk Warga Miskin) keluarga saya juga tidak pernah menerima. Katanya tidak terdaftar," jelasnya.

Selama ini untuk biaya berobat anaknya, dirinya mengandalkan kiriman istrinya Ny Riniyati yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Malaysia. Sementara untuk makan sehari-hari mengandalkan dari melaut sebagai nelayan kecil.

Sementara Bastiawan yang ditemui mengaku jika penyakitnya kambuh, dirinya merasa tidak kuat menahan rasa sakit. "Kalau sudah kumat rasanya sakit sekali," jelas Bastiawan malu-malu. (fat/fat)
Berita Terkait