Sebelum kejadian Suiyanto bersama dengan istrinya, Supriyati (30) serta kedua anak mereka yatu Rahman (10) dan Ayu (3) berlibur di PPI. Sampai di lokasi, Supriyanto mandi di bagian timur perairan di pelabuhan ikan itu. Asyik berenang, Sugiyanto tak sadar diseret ombak. Dia berteriak minta tolong.
"Begitu mendengar teriakan minta tolong, para nelayan langsung memberi pertolongan," kata Ketua Paguyuban Nelayan Kota Probolinggo, Hambali kepada detiksurabaya.com di lokasi, Minggu (28/2/2010).
Tapi upaya pertolongan para nelayan tidak berhasil menemukan tubuh korban yang diduga terbawa arus ombak. Sugi baru ditemukan 30 menit setelah kejadian dan sudah tak bernyawa. "Jasad korban baru ditemukan setelah tersangkut jaring ikan milik nelayan yang ditebar ke segala penjuru," ungkap Hambali.
Sebelum kejadian itu, kata dia, pihaknya melarang warga agar tidak mandi di sebelah timur PPI. "Sebagai Ketua Paguyuban Nelayan Kota Probolinggo saya bertanggungjawab. Makanya saya melarang warga agar tidak mandi di lokasi itu," tandasnya.
Jasad korban dibawa ke RSUD dr Muhamad Saleh, Kota Probolinggo guna dilakukan otopsi. Penyebab kematian kata petugas Polsek Mayangan, Bripka Mujiyo saat ditemui di kamar mayat RSUD dr Muhamad Saleh Kota Probolinggo diduga karena tidak bisa berenang. "Sehingga dengan mudah tubuh korban hanyut dibawa oleh arus ombak," pungkasnya.
(wln/wln)











































