"Kalaupun dipaksa mesin bisa jebol," terang Abdul Rozaq (37) nakhoda kapal ditemui wartawan di atas kapal, Sabtu (27/2/2010).
Dia mengungkapkan kapal yang dikemudikannya berangkat dari Kintap, Kalimantan menuju PLTU Cilacap melalui Selat Bali. Namun saat memasuki perairan selatan Jawa arus laut dari arah barat begitu kuat. Akibatnya kecepatan kapal turun drastis.
"Kalau kecepatan biasa bisa sampai 3 atau 4 knot, tapi tiba-tiba turun menjadi 1 bahkan 0,5," tambahnya.
Dalam kondisi seperti itu, terang Rozaq dia tidak punya pilihan lain kecuali berlindung ke teluk. Pasalnya jika dipaksa melawan arus, dikhawatirkan kerusakan mesin semakin parah. Hingga pukul 12.30 WIB, awak kapal yang berjumlah 10 orang masih berusaha memperbaiki mesin yang rusak. Untuk membantu menarik tongkang menurut rencana akan didatangkan 1 unit tug boat dari perusahaan.
"Pihak kantor sudah kita kasih tahu. Sementara kita masih menunggu bantuan datang," pungkas Abdul Rozaq.
(fat/fat)










































