Saat peristiwa terjadi Rabu (24/2/2010) malam, korban bersama beberapa anggota keluarganya berada persis di bawah palang pintu masuk Pendopo Kabupaten. Sementara titik kembang api berada di tengah halaman pendopo atau berjarak sekitar 50 meter dari tempat korban berdiri.
Korban semula tidak menduga musibah akan menimpanya. Pasalnya, sejak pertama kali kembang api disulut dan meledak, tidak ada kembang api yang nyasar. Namun giliran kembang api terakhir dinyalakan insiden itu terjadi.
Hanya selang beberapa detik setelah meledak di udara, selongsong kembang api jatuh dan mengenai wajahnya. Kerasnya benturan mengakibatkan luka robek di pipi kanan. Korban pun segera dilarikan ke rumah sakit.
"Tiba-tiba ada benda jatuh mengenai wajah saya. Suasananya kan gelap jadi ndak kelihatan. Saya baru sadar pipi saya terluka karena terasa sakit dan saat saya raba keluar darah," ujar Imam Syafii saat ditemui detiksurabaya.com di ruang UGD RSUD Pacitan.
Pantauan detiksurabaya.com meski kondisi korban cukup baik, namun beberapa kali mengeluh kesakitan. Perban tipis tampak menempel di pipi dan korban diizinkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan oleh tim medis.
(fat/fat)











































